Selasa, 24 Desember 2019

Emak Dinas :-)

 

KM11
Kimono dengan bahan Trikot 
halus dan adeeem......

Ukuran: Inner: Ld mulai 90 cm melar sampai 120 cm
Kimono: 120 cm++

Rp. 125.000
 

Rabu, 20 Februari 2019

Pengembangan Produk Olahan Ikan Mendukung dalam GEMARIKAN


Pengembangan Produk Olahan Ikan Mendukung dalam GEMARIKAN




Daren, Jepara – Rabu, 30 Januari 2019 Mahasiswa KKN TIM 1 Undip Desa Daren melaksanakan kegiatan pemanfaatan olahan ikan lele dalam pembuatan nugget serta mekanisme permohonan IUMK (Izin Usaha Mikro Kecil) bagi ibu-ibu yang bergerak dalam usaha rumah tangga. Kegiatan ini dilaksanakan di Pendopo Balai Desa Daren yang diikuti oleh kader PKK yang ada disetiap dukuh Desa Daren yaitu Dukuh Krajan, Sidorejo, Sidomulyo, Rimba, Bendho Setia Kawan, dan Karangwetan. Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 14.30 – selesai. Acaranya dimulai dengan sambutan ibu Kepala Desa, arisan, musyker, dan penjelasan pemanfaatan olahan ikan lele dan demo mengenai pembuatan nugget serta diakhiri oleh doa. Ibu-ibu sangat antusias mengenai produk olahan ikan ini disamping sebagai bahan alternatif makanan untuk anak yang tidak suka ikan.

Pengembangan Produk Olahan ini juga merupakan salah satu cara untuk mendukung GEMARIKAN. Program GEMARIKAN (Gerakan Masyarakat Makan Ikan) sendiri adalah upaya dari Pemerintah Pusat dalam memperbaiki gizi anak dan keluarga serta mengubah pola masyarakat kearah gemar makan ikan. Disamping itu, manfaat dan kandungan ikan yang banyak dan baik bagi tubuh khususnya protein, vitamin B12 maupun kalsiumnya mampu mencegah osteoporosis dan membantu dalam kekebalan tubuh. Sehingga, dengan pemanfaatan ikan, kebutuhan anak akan 4 sehat 5 sempurna terpenuhi serta konsumsi ikan pada keluarga akan meningkat. 

The Fastest and The Richest?? Siapa Takut!!!





Daren, Nalumsari, Jepara (29/1), Tim 1 KKN Undip Desa Daren, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara melakukan sebuah kegiatan game edukasi di salah satu Sekolah Dasar yang terdapat di Desa Daren. Kegiatan ini ditujukan kepada  anak-anak kelas 5 SD Negeri 1 Daren.
Game edukasi ini merupakan salah satu jenis permainan edukasi yang bertujuan untuk menarik atensi para siswa untuk belajar vocabulary Bahasa Inggris, yang mana saat ini merupakan Bahasa Internasional yang selayakmya bisa dikuasi oleh seluruh lapisan masyarakat baik dari anak-anak hingga dewasa. Walaupun Bahasa Inggris sudah tidak asing lagi di telinga para siswa, tidak sedikit yang masih menjadikan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran yang dianggap susah dan menakutkan. Hal itulah yang biasanya menjadikan para siswa bermalas-malasan untuk mempelajari Bahasa Inggris. Hal itulah yang melatarbelakangi Tim 1 KKN Undip Desa Daren untuk membuat sebuah game edukasi berkaitan dengan Bahasa Inggris.Game ini dimainkan oleh 4-5 orang, yang teknis dan aturan mainnya adalah sebagai berikut:
1.      Setiap kelompok diberikan satu set permainan yang terdiri dari satu dadu, lima bidak, lembar pertanyaan dan perintah serta kunci jawaban, dan uang mainan.
2.      Setiap pemain menjalankan bidaknya sesuai dengan jumlah mata dadu yang muncul, di angka itulah, pemain harus menjawab atau melakukan perintah sesuai yang tertera di lembar yang diberikan. Sebagai contohnya adalah pemain harus mampu menerjemahkan kata “Table”, atau melakukan perintah sesuai dengan instruksi, contohnya adalah “Jumping”, maka pemain harus melompat. Apabila pemain mampu menjawab pertanyaan atau melakukan instruksi tanpa melihat kunci jawaban, maka pemain berhak mengambil uang mainan sebanyak tiga lembar, apabila pemain melihat kunci jawaban maka ia tidak mendapatkan uang mainan yang disediakan.
3.      Setelah uamg mainan yang disediakan habis, maka aturan berganti menjadi “rebut uang teman”, artinya, apabila pemain yang menjalankan dadunya tidak mampu menjawab pertanyaan/melakukan instruksi, sedangkan pemain yang lain mampu menjawabnya, maka pemain yang mampu menjawab berhak mendapat uang sebanyak satu lembar dari pemain yang menjalankan dadu tersebut.
4.      Dalam setiap permainan , pemenang The Fastest ditentutukan oleh siapa yang paling cepat sampai di kotak terakhir, sedangkan pemenang The Richest ditentukan oleh pemain yang memiliki paling banyak mengumpulkan uang mainan.

Permainan ini cukup menarik para siswa karena mereka tidak merasa terbebani sekalipun belajar Bahasa Inggris. Permainan ini juga cukup efektif untuk pembelajaran kosakata Bahasa Inggris. Dengan adanya permainan ini, diharapkan anak-anak bangsa bisa lebih kreatif lagi dalam kegiatan belajar dan mengajar.


Meningkatkan Gaya Hidup Sehat Melalui Senam Di Desa Daren




Daren, Jepara –Jum’at, 18 Januari 2019 Mahasiswa KKN TIM 1 Undip Desa Daren mengikuti senam bersama dengan ibu-ibu yang diadakan di Balai Desa Daren. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan masyarakat setiap satu minggu sekali yang bertujuan untuk menjaga silaturahmi antar warga juga membudayakan pola hidup sehat.
Adanya kegiatan senam ini diharapkan mampu meningkatkan kesehatan dan kebugaran tubuh mengingat produktivitas Masyarakat Daren yang cukup tinggi. Selain itu, sebagai bentuk latihan jasmani dalam meningkatkan memori otak dan mencegah penurunan kognitif yang dipengaruhi oleh usia. Senam Bersama juga sebagai wadah pertemuan dan perkenalan warga baru maupun sebagai ajang bersosialisasi masyarakat Desa Daren. 
Dalam pelaksanaannya masyarakat sangat antusias dilihat dari banyaknya warga yang ikut. Acara senam ini dilakukan mulai pukul 15.30 sampai 17.00 WIB dengan istirahat sebanyak 2 kali. Senam bersama ini menggunakan senam irama dibantu dengan instruktur senam.

Jumat, 26 Oktober 2018

“Kamu tu Harusnya Gini, Jangan Kaya Gini




Orek-orek 4
                                   
 
"Kamu tu Harusnya Gini, Jangan Kaya Gini!"  
26 Oktober 2018

Kata Ustadz Salim a Fillah dalam suatu kesempatan, salah satu nasehat yang  Allah berikan kepada kita adalah –kalau kita ingin menjadi orang yang sabar dan baik kepada pasangan kita, tipsnya yaitu janganlah kita melupakan kebaikannya-
Artinya, ketika kita dalam keadaan tidak nyaman, ketika kita agak merasa kecewa kepada pasangan kita, maka janganlah terlalu fokus kepada kesalahan itu, berusahalah untuk melihat kebaikan-kebaikannya yang jaaaaauh lebih banyak selama ini.
Kalaupun kita tak suka terhadap satu hal pada diri pasangan kita, bisa jadi, satu hal itulah yang akan menjadi sumber kebaikan untuk diri kita.
Misalnya, Ketika kita mengetikkan atau mengirimkan sesuatu hal dengan panjang lebar kepada do’i, kirimin emoticon-emoticon yang bejibun banyaknya, dan si do’i hanya read aja atau menanggapi ala kadarnya aja, ya gak usah baper.:-D.. Bukankah kita sudah faham, bahwa sejatinya sifat laki-laki itu suka MENYENDIRI, BERKONTEMPLASI, DAN MERUMUSKAN SOLUSI, sedangkan wanita itu sukanya SHARING, BERBAGI, BERCERITA, MENGELUARKAN ISI HATI, MENUANGKAN PERASAAN, DAN KALAU PERLU SAMBIL NANGIS-NANGIS DAN GULUNG-GULUNG :-D.
Ya karena sejatinya, memang dua dunia nya itu jelas berbeda..
Kenapa kita harus berfokus pada kebaikan pasangan kita? Kareeena, ketika kita hanya berfokus pada hal yang tidak kita suka, maka kita akan berlarut pada kekecewaan dan berputus asa dari Rumah Tangga. Naudzubillah...


 Kamu tu Harusnya Gini, Jangan Kaya Gini !
Satu lagi.. Ketika kita sedang bermasalah dengan pasangan kita, Maka nasehatilah diri kita dan janganlah mencari nasehat untuk dirinya.
Seringnya. Ketika kita bermasalah dengan pasangan kita, kita selalu mencari-cari nasehat kan untuk si do’i kan? " Kamu tu Harusnya gini" atau "jangan blablabla dong"! Hembb Harusnya, kitalah yang harus mencari nasehat untuk diri kita sendiri, karena, bisa jadi sumber permasalahan, kekecewaan yang hadir, dan ketidaknyamanan-ketidaknyamanan yang menghampiri itulah karena diri kita sendiri yang menyebabkannya sebab hati yang sedang bermasalah.
Semoga, Dia selalu melapangkan dada kita.


Selalu Ingat Kebaikannya
Ingat hal-hal luar biasa yang ada padanya
Kenanglah hal-hal terindah bersamanya
Karena, selalu ada cerita tentang Ibu Kota, LOH ;D



Rabu, 03 Oktober 2018

Belajar Dari Sebuah Kereta


Orek-Orek 3
Belajar Dari Sebuah Kereta 
TL
15 Agustus 2018

Kereta Api Indonesia, Ya, salah satu transportasi darat yang hampir seluruh orang dari segala penjuru negeri yang padat ini pernah menumpanginya. Begitupun dengan Lili, wanita kecil berbadan bongsor yang barusaja menggenapkan separuh agamanya.
Tepat sekitar 2 tahunan yang lalu, ia pernah menaiki sebuah kereta api kelas Ekonomi yang bertujuan di salah satu stasiun di daerah terpadat penduduknya, yaitu Jakarta.  Ia nekat ke sana untuk menyelesaikan suatu hal :) Di tengah hiruk pikuk perjalanan kereta menuju ke ibukota, ia mengamati seorang anak kecil yang duduk di atas pangkuan bundanya. Ia mengaduh, menangis, mencari-cari ayahnya yang ternyata duduk terpisah dengan mereka karena memang sisa bangku yang tersedia hanyalah itu.
"Bun... dimana ayah??, Dede pengen ikut ayah, pengen di gendong sama ayah, atau ayah duduk sini saja bund" rengek anak kecil itu dengan suara tersedu-sedu.  " Ayah duduk di gerbong paling belakang nak, adek duduk di sini saja sama Bunda, nanti, jam 11 kita turun bareng-bareng sama ayah, ke tempat uti" Jawab ibu itu seraya menenangkan buah hatinya.

Dari hal kecil itu, ia tersadar, bahwa terkadang, jarak memang menjadi persoalan terberat dalam bagian hidup seseorang. Bersyukurlah bagi kita yang bisa selalu dekat, duduk bersebelahan dengan orang-orang terkasih.  Jangan pernah sia-siakan momen sekecil apapun itu. Teruslah dan jangan bosan untuk menjaga tali perkasihan itu.  Namun demikian, juga janganlah berputus asa bagi kita yang memang belum diwaktukan untuk bersatu, bersama dengan orang-orang terdekat, orang yang mengambil peran penting dalam hidup kita.
Belajar dari sebuah kereta, yang mana rangkaian lokomotifnya biasanya terdiri dari 10-12 gerbong,  Tidak mungkin jika seluruh penumpang yang menaiki akan dinaikkan di gerbong 1 atau 12 seluruhnya. Tentu semua gerbong akan diisi dengan penumpang. Tentu ada jarak yang cukup jauh antara  gerbong 1 sampai dengan gerbong ke 12. Namun demikian, semua gerbong itu akan menuju tempat pemberhentian di stasiun yang sama pula. Pun dengan kita, yang barangkali saja hari ini ada seseorang yang penting dalam hidup kita tinggal jauh terpisah jaraknya,namun keduanya memiliki satu misi hidup ke arah depan yang sama pula.
Bicara soal jarak, bukan hanya bicara soal membayar ONGKOS yang berat, tapiii, lebih pada menahan RINDU yang berat :-)
Kata seorang dalam karyanya, jika jarak itu yang menjauhkanmu dan melemahkanmu, maka, doalah yang akan mendekatkanmu dan menguatkanmu .
Saling melangitkan doa ya..


Yey, Akhirya SAH!



Orek-Orek 2
Yey, Akhirya SAH!



TL
20 Juni 2018

“Semoga Allah memberkahimu dan memberi berkah atasmu serta mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan”
[HR. Ashabus-Sunan kecuali An-Nasa’i dan lihat Shahih Sunan At-Tirmidzi]

Berbicara soal jodoh atau pasangan hidup, lebih kerennya lagi kalau orang Jawa bilang GARWA alias Sigaraning Nyawa merupakan bahasan yang paling menarik bukan? Bahasan yang bisa menghabiskan waktu berjam-jam, lebih-lebih kalau cewek-cewek kos-an-,  jones :-p,  yang di akhir bulan sudah menghitung-hitung hari  kapan babe transfer uang bulanan, kapan bidik misi cair ;-D, topik soal Jodoh bisa mengalahkan perut yang laper karena makan yang di rapel satu kali kaya gajinya kakek-kakek veteran, yups, makan nya satu kali di siang hari menjelang sore. Wkwkwwkwk
Kita memang tidak pernah tahu siapa yang akan menjadi pasangan hidup kita, kita memang bisa menginginkan dan mengharapkan serta merencanakan, tetapi Allah lah yang  berhak menentukan. Dan akan menjadi sesuatu hal yang membahagiakan lagi, terlebih jika apa yang kita inginkan dan rencanakan dalam hidup kita, ternyata Allah nyatakan, ternyata Allah kabulkan. Walhamdulillah....Seperti dengan apa yang telah dilakoni oleh seorang gadis desa yang sedang menempuh pendidikannya di salah satu universitas di Semarang itu, tepat pada Hari Rabu, 20 Juni 2018, persis satu hari menjelang usianya yang genap 21 tahun, ia berhasil menambah coretan di catatan kecilnya, coretan coretan pena yang merupakan impian sederhananya, impian kecil yang terkadang untuk setiap orang sebayanya sangat mudah untuk dilakoninya,tanpa harus dituliskan menjadi impian-impian yang nampaknya besar. 

Yah, ia mencoretkan target hidupnya yang berada di point nomor 107.
Disana jelas tertuliskan “ InsyaAllah pgn mnkh umur 21/22/23 deket rumah;-D”.wkkk... Tulisan yang terkadang kita anggap sebagai hal yang tak masuk akal, ternyata itu merupakan bagian dari doa-doa kita. Terkadang kita telah lupa dengan apa yang pernah kita tuliskan, akan tetapi, Allah adalah Dzat yang Maha Ingat, Dzat yang selalu mengabulkan apa yang hambanya pinta.  As long as the things are good for us, that’s the sentence should be underlied. Ternyata benar Allah nyatakan target ke 107 yang gadis itu tuliskan, ia ingin menikah di umur paling awal ke-21 dan ingin sekali mendapatkan partner hidupnya yang deket rumah alias ga jauh-jauh amat:p. Qodarullah, sekali lagi Allah nyatakan apa yang menjadi impianya. Hari itu, kalimat singkat “Saya Terima nikahnya, Tia Liztiawati Binti Umardhani dengan seperangkat alat sholat, dibayar tunai” dari lidah seorang pemuda tamfan :p dari Parangtritis, Jogja, yang kakung nya sering panjangkan menjadi tritisan omah, njujug saja, akakkakakaakakkak...... secara syar’i memindahkan perwalian anak gadis tersebut dari ayahnya terhadapnya. Dua hal yang bisa kita jadikan pelajaran disini:
1.      Benar adanya jika perkataan adalah doa, tulisan yang kita coretkan dalam lembaran kertas sekalipun, itu adalah perkataan yang kemudian menjadi bagian dari doa-doa kita. Untuk itu, senantiasalah kita untuk menjaga perkataan dari setiap yang terucap dari lidah kita, karena apa yang terucap dari lidah kita adalah doa yang barangkali saja malaikat turut meng-aamiinkan
2. Menjadi raja dan ratu jangan di hari itu saja, senantiasalah berusaha untuk selalu meng-rajakan dan meng-ratukan partner hidupmu di dunia dan InsyaAllah di akhirat nanti. Artinya, saling berebutlah untuk mendahulukan kewajiban because automatically hak partner kita terpenuhi.